<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.blog.posmetrobatam.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.blog.posmetrobatam.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Jul 2011 06:54:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bahasa Non Verbal Bahasa Kejujuran</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/bahasa-non-verbal-bahasa-kejujuran/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/bahasa-non-verbal-bahasa-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 04:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essai]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Verbal]]></category>
		<category><![CDATA[Hasan Hutapea]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Madid Musyawaroh]]></category>
		<category><![CDATA[Non Verbal]]></category>
		<category><![CDATA[Terlanjur Kaye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izulthea Petarung Sejati Jika suatu waktu anda bertemu Madid Musyawaroh, orang terlanjur Kaye Rajin Ibadah Rajin Sodaqoh calon penghuni surge, kesan apa yang Anda dapatkan? Pastinya Anda tak begitu menganggap apa yang dikatakan Bang Madid ini. Cukup tahu saja, Jangan cari ribut. Maksud saya, selalu saja apa yang dibilang Bang Madid ini tidak sedikitpun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Izulthea Petarung Sejati</strong></p>
<p><a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-content/uploads/2011/07/madid.jpg"><img src="http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-content/uploads/2011/07/madid.jpg" alt="" title="madid" width="180" height="156" class="alignleft size-full wp-image-488" /></a></p>
<p>Jika suatu waktu anda bertemu Madid Musyawaroh, orang terlanjur Kaye Rajin Ibadah Rajin Sodaqoh calon penghuni surge, kesan apa yang Anda dapatkan? Pastinya Anda tak begitu menganggap apa yang dikatakan Bang Madid ini. Cukup tahu saja, Jangan cari ribut.</p>
</p>
<p>Maksud saya, selalu saja apa yang dibilang Bang Madid ini tidak sedikitpun mewakili realita. Apa yang diucapkannya rata-rata berbanding terbalik dengan kenyataan, kendati pun dengan kenyataan yang paling  sederhana.</p>
<p>Bang Madid ini, lebih mengutamakan komunikasi verbal untuk membangun kepercayaan orang. Hasilnya bisa diitebak: ada yang percaya seratus persen (dengan pamrih tentunya) ada yang setengah percaya, dan ada yang skeptik. Mereka yang selalu percaya dengan Bang Madid  ini adalah mereka yang bisa dikatakan menjadi korban, atau bisa juga mereka yang berkepentingan dengan Madid, (Hasan Hutapea, Misalnya).</p>
<p><span id="more-486"></span></p>
<p>Lalu, anda bertanya kepada saya apa itu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal itu. Maka sebagai pendahuluan, saya salinkan untuk Anda definisi menurut Wikipedia.</p>
<blockquote><p>
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.</p>
<p>Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.</p>
<p>Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi &#8220;tidak menggunakan kata&#8221; dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.</p>
</blockquote>
<p>Singkat kata begini.</p>
<p>Jika ada orang yang bilang kepada Anda dengan sesumbar, “Saya ini jagoan sakti mandraguna tak takut singa”, lalu sesaat kemudian terdengar auman singa. Pada saat itu juga si jagoan ini menampakkan mimik wajah  cemas ketakutan, mana yang anda percayai? Perkataan dia, atau mimik wajah dia yang ketakutan tadi? Tentunya Anda akan lebih mempercayai apa yang anda lihat. Mimik wajahnya lebih mencerminkan kenyataan dirinya…</p>
<p>Contoh lain, jika ada operator (internet) yang bisa  ngasih internet secepat kilat kepada Anda, dengan bumbu cerita yang membuat Anda terbuai lahir batin, apa yang Anda lakukan? Langsung percaya? Oh, tidak. Jangan dulu Anda percaya. Buktikan dulu, baru Anda percaya. Suatu permisalan yang objektif bukan?</p>
<p>Artinya, dengan memahami konsep komunikasi verbal dan non verbal ini dengan baik, saya jamin Anda bisa menjadi pribadi yang tak mudah tertipu. Sebab, yang saya amati, kebanyakan korban penipuan berasal dari mereka yang terlalu mempercayai bahasa / komunikasi verbal.</p>
<p>Sekarang, saatnya Anda menemukan sejenis  di sekitar  Anda. Mulai dari kantor tempat Anda bekerja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/bahasa-non-verbal-bahasa-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kambing Bandot VS Singa Edan: Sebuah Cerminan</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 03:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essai]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izulthea Petarung Sejati Kebanyakan orang menggerutu ketika muncul jeda iklan dalam suatu acara televisi, namun saya malah sangat menantikan saat iklan diputar. Mata saya sangat menikmati ketika iklan itu muncul, terutama iklan bersambung atau iklan yang disajikan dalam bentuk mini drama. Ada kepuasan bathiniah-spiritual yang saya dapatkan dari menyaksikan iklan seperti itu Sebab saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <a href="http://kungfuchem.blogspot.com"><strong>Izulthea Petarung Sejati</strong></a></p>
<p>Kebanyakan orang menggerutu ketika muncul jeda iklan dalam suatu acara televisi, namun saya malah sangat menantikan saat iklan diputar.  Mata saya sangat menikmati ketika  iklan itu muncul, terutama iklan bersambung atau iklan yang disajikan dalam bentuk mini drama. Ada kepuasan bathiniah-spiritual yang saya dapatkan dari menyaksikan iklan seperti itu <img src='http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebab saya sudah muak dengan tayangan acara yang itu-itu juga: kalo nggak acara gosip, ya tayangan kekonyolan anggota terhormat DPR, gonjang-ganjing  si Udin, atau sinetron dan film yang sangat gampang ditebak alur ceritanya, atau tentang tokoh-tokoh sampah yang itu-itu juga., atau malah Pak Beliau yang ucapanya selalu saya ingat: “Saya Prihatin….”</p>
<p><span id="more-472"></span></p>
<p>Maka, wajarlah kalo saya malah sangat begitu antusias menyaksikan tayangan iklan daripada tayangan acara. #Oase di padang tandus…#</p>
<p>Salah satu iklan kesukaan saya adalah iklan produk rokok (walaupun saya harus menunggu malam untuk menyaksikan iklan yang dimaksud).  Dan perlu diketahui bersama bahwa  rasa suka saya ini sangat objektif dan tidak dipengaruhi oleh tekanan dan pengaruh apapun, termasuk kebiasaan saya merokok dan meminta rokok kepada kawan.</p>
<p>Ketika menyaksikan iklan itu, seolah saya jungkir balik berpikir (berpikirnya beneran, jungkir baliknya nggak betulan),  apakah benar ada korelasi  yang saling menguatkan antara pesan dalam tanyangan itu dengan pesan sponsornya. Alias, kadang iklan rokok justeru nggak nyambung dengan produk rokok yang ingin dipromosikannya. Betul- Betul- Betul?</p>
<p>Lalu saya menghitung, semua iklan rokok nyatanya seperti itu (dibaca: wajib seperti itu). Satu-satunya yang menunjukkan bahwa iklan itu adalah iklan rokok yaitu diakhir durasi tayangnya ada peringatan pemerintah, “Merokok membahayakan Kesehatan anda dan orang di sekitar Anda”. That`s it, No More.</p>
<p>Bisa dibilang Iklan rokok beragam macam, tapi punya kecenderungan yang sama. Ada iklan yang berkisah tentang<a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan"> petualangan tiga anak muda</a>, kesuksesan <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan">pengusaha muda</a>, atau pemuda yang selalu <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan">menjadi solusi bagi orang lain</a> dan bikin bangga,  <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan">pemuda yang gigih pemanjat tebing</a>, atau <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan">geng anak muda</a> yang punya yel-yel“<a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan">nggak ada loe nggak rame</a>”, atau yang lebih ekstrim yaitu <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan">Kambing bandot VS Singa Edan</a>, etc-etc. Yang  jelas, bagi saya semua iklan rokok [nyaris] nggak nyambung [tapi menghibur].</p>
<p>Tapi, ngemeng-ngemeng, saya punya kesimpulan sementara yang bunyinya begini: “semakin nggak nyambung cerita dalam iklan itu, semakin bagus kualitas iklannya”. Setidaknya itu menurut saya, lain lagi mungkin menurut Anda.</p>
<p>Ambil contoh yang paling gampang, iklan rokok yang dibintangi oleh komunitas  kambing bandot. Dalam tayangan itu, ada satu kambing yang mempengaruhi komunitas kambing untuk hijrah ke ladang tetangga, yang menurut kabar yang beredar di kalangan para kambing, ladang itu lebih hijau dan menggairahkan untuk dikunyah. Maka, berangkatlah beberapa kambing ke ladang tetangga melalui jalur illegal alias lompat pagar. Sedangkan, yang tersisa hanyalah seekor kambing yang istiqomah dengan pendiriannya (yang kemudian menjadi The Last One).</p>
<p>Begitu sampai di tanah tujuan yang dijanjikan, ternyata mereka tertipu lahir bathin. Rumput hijau merona yang mereka bayangkan ternyata bukanlah rumput, tapi tiruan rumput alias rumput tiruan. Boro-boro mau muntah, dikunyah pun nggak bisa. Sirnalah semua harapan saat itu juga. Dan yang lebih menyakitkan, ternyata itu ladang dengan rumput tiruan itu adalah kandang singa edan sang jagal sejati!</p>
<p>So pasti Anda tahu kelakuan singa, nggak peduli si kambing itu datang dengan wajah lugu dan memelas serta berasal dari bangsa miskin yang lebih rendah dari singa. Sekali tatap muka dengan singa, maka Standard Procedure Operation yang berlaku adaah: terkam, hantam, bantai sekalian [rumus bakunya TTBs]. Toh, itu teretorial si singa edan. Dan tak ada pengadilan yang jujur, adil dan terbuka di situ. Sebab, kekejian singa di kandang singa, tidak dianggap sebagai kejahatan yang serius dan tak perlu mahkamah luarbiasa. Dan begitu angin berlalu, maka berlalulah cerita nyata tentang kekejian itu.</p>
<p>Sampai cerita kambing bandot tadi, apa yang Anda simpulkan?</p>
<p>Jelas anda harus merasa tabu untuk memahami  dan menyimpulkan iklan ini secara telanjang dan analisa ala kadarnya. Jangan mentang-mentang ini iklan rokok dengan bintang Kambing Bandot dan Singa, lalu anda berkomentar seperti ini, “Mana ada kambing yang merokok”. Jangan-jangan dan jangan.</p>
<p>Lalu bagaimana cerita dalam dunia nyata manusia?</p>
<p>Di saat layar tv dan PC kita dihiasi berita yang mengiris-ngiris rasa kemanusiaan tentang nasib TKI yang di pancung di Arab Saudi sana, ada kemarahan dalam hati kecil ini. Perasaan seperti diaduk-aduk lalu diciprat-cipratin: ya kasian iya, ya jengkel sama pemerintah iya, benci sama wan abud ya iya,  ya kesel sama media yang selalu menayangkan berita yang itu-itu juga—sekali lagi—ya iya.</p>
<p>Serba jengkel serba jengah serba keparat, begitu kira-kira.</p>
<p>Maka, menurut saya, harus ada pem’bahasa’an lanjutan, agar pesan moral yang disampaikan kepada kita  tetap utuh, dengan meniadakan reaksi radikal-spontan antara kejadian nyata dan emosi kita.</p>
<p>Melalui  pesan dalam iklan itu, kita seolah diajari tanpa merasai digurui, sesuai dengan pepatah yang selalu kita lupakan: “Masih Lebih baik Hujan batu di negeri sendiri dari pada hujan emas di negeri  orang lain.”</p>
<p>Tapi yah sudahlah, apalah saya ini, sekeras kerasnya saya berteriak, tetap saja Pak Beliau yang menentukan. Dengan satgasnya, dengan dubesnya, dengan aparatnya, dengan ulamanya, dengan lembaga TKI-nya (saya pantang menyebut namanya, tolong anda carikan di gugel nama lembaga ini).</p>
<p>Di akhir tulisan, Ada satu hal yang ingin saya usulkan. Tapi ini hanyalah usul, boleh ditanggepin boleh dicuekin-terserah.  Saya usul, bagaimana kalo pepatah “Masih Lebih baik Hujan batu di negeri sendiri dari pada hujan emas di negeri  orang lain” ini dipajang besar-besar di terminal kedatangan TKI di bandara Soetta sana, juga di penampungan PJTKI yang tersebar di mana-mana. Juga dicetak di passport, di tiket pesawat, sekalian kalo perlu dicetak di kemasan nasi kotaknya para Calon TKI itu.</p>
<p>Dengan cara yang mirip anjuran pemerintah pada kemasan rokok, diharapkan ada kesadaran berjenjang di kalangan masyarakat kita. Malah kalo perlu, tambahkan juga gambar ilustrasi  TKI yang dipancung pada baliho yang dipasang itu. Alih-alih mirip kemasan rokok produksi luar negeri yang menampilkan gambar mengerikan akibat merokok pada kemasan rokoknya.</p>
<p>Sekian dan terimakasih</p>
<p># Saya Puas.</p>
<blockquote><p>Merokok bisa mengakibatkan kanker, penyakit jantung, mengganggu kehamilan dan janin, menyebabkan rusak mata pencaharian, bisa mengurangi jatah dapur dan jajan anak, bau mulut, gigi menghitam, kantong kering, pencurian dsb…</p></blockquote>
<p><iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/s-RU2HHU7cA" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/kambing-bandot-vs-singa-edan-sebuah-cerminan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joni Blak-blak, Web Defacer dan Saudaraku Posmetro Medan</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 05:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Defacer]]></category>
		<category><![CDATA[Joni Blak-blak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izulthea Petarung Sejati Dalam dua bulan berturut-turut ini, website Posmetro Medan mengalami dua kali serangan. Serangan pertama dilakukan oleh defacer dengan nick Alex 0wn5 sedangkan serangan kedua dilakukan oleh r00tm1k3. Dua-duanya mempunyai misi sama: menyerang web dengan maksud menunjukkan &#8220;lubang&#8221; atau vulnerability. Tapi, kalo niatan yang sebenarnya ya nggak diketahui, entah iseng, entah ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <a href="http://kungfuchem.blogspot.com"><strong>Izulthea Petarung Sejati</strong></a></p>
<p><a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-content/uploads/2011/07/Joni-Blak-blakan.jpg"><img class="size-full wp-image-466 alignleft" title="Joni-Blak-blakan" src="http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-content/uploads/2011/07/Joni-Blak-blakan.jpg" alt="" width="433" height="251" /></a></p>
<div>Dalam dua bulan berturut-turut ini, website Posmetro Medan mengalami dua kali serangan. Serangan pertama dilakukan oleh defacer dengan nick Alex 0wn5 sedangkan serangan kedua dilakukan oleh r00tm1k3. Dua-duanya mempunyai misi sama: menyerang web dengan maksud menunjukkan &#8220;lubang&#8221; atau vulnerability. Tapi, kalo niatan yang sebenarnya ya nggak diketahui, entah iseng, entah ingin menunjukkan kesaktian pamer kekuatan, atau berniat mulia.<br />
Tapi terus terang, ada yang salah dengan para <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/">defacer</a> ini, mungkin etikanya belum khatam. Yang terjadi malah mirip <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/">Joni Blak-blak</a>!!</p>
<p><span id="more-452"></span>Mungkin anda kenal si Joni ini, anak muda yang membawa misi transparansi, kebaikan, dan setumpuk tugas yang menurutnya mulia. Tapi apa yang terjadi? malah orang satu kampung ingin membuat perhitungan dengannya. <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/">Joni Blak-blak</a> dicari-cari!!</p>
<p>Maka seperti itulah saya menggambarkan sosok <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/">web defacer, mirip Joni Blak-blak</a>. Tanpa menunggu persetujuan pemilik situs, melakukan teknik defacing dengan alasan ingin menunjukkan celah berbahaya dari situs yang diserangnya.</p>
<p>Tapi itu hanyalah cerita dalam tayangan iklan sebuah operator seluler di tv, dan anda tak perlu tersinggung jika kebetulan saja karakter si Joni adalah pribadi anda. Dan satu hal yang mesti anda ingat, tak semua orang membutuhkan apa yang menurut anda mereka perlukan.</p>
<p>Singkatnya, apa yang dilakukan oleh defacer itu (menunjukkan celah berbahaya dari suatu website), belum tentu dibutuhkan oleh si pemilik situs yang diserang (yang jelas merasa terganggu), kendatipun yang diemban oleh si penyerang (<a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/">defacer</a>) adalah misi yang sangat mulia <img src='http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang kasus website Posmetro Medan, analisa awal saya terhadap situs posmetro medan, mengindikasikan template dan engine CMS-nya bermasalah. Kira-kira seperti ini:</p>
<p>1# masalah bisa dari templatenya, misalnya template yang didapat dari warez, atau bajakan, yang ternyata di dalamnya  ada exploit yang lupa disentuh oleh adminnya. atau,</p>
<p>2# CMS yang digunakan masih versi lawas, belum update. Mungkin kekhawatiran update CMS karena ada masalah yang akan timbul dengan tampilan (template) jika update CMS.</p>
<p>3# Hosting yang sudah dilumpuhkan (tanpa diketahui oleh pemilik hosting)</p>
<p>Di sinilah admin harus memilih, mau tetap menggunakan template itu tanpa update CMS atau update CMS dan membersihkan templatenya dari exploit.</p>
<p>Nah, biar lebih aman, alangkah baiknya jika menggunakan template sendiri, biar jelek yang penting aman. Sebab dengan demikian, website insya Alloh tak akan di usili oleh <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/">Joni Blak-blak</a> (kecuali sebab lain).<br />
Percayalah kawan&#8230;</p>
</div>
<p><img src="http://posmetrobatam.com/wp-content/uploads/2011/posmetro-medan.gif" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/joni-blak-blak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Digitalpreuneur vs Entrepreuneur Konvensional</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/digitalpreuneur-vs-entrepreuneur-konvensional/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/digitalpreuneur-vs-entrepreuneur-konvensional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 02:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalpreuneur]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izulthea Petarung Sejati Dalam sebuah seminar, seorang anak muda berbicara di atas panggung dengan percaya diri, enerjik, dan atraktif. Menggunakan stelan kemeja putih yang bagian lengan digulung seadanya dan berdasi kuning cerah, anak muda ini menaburi ruangan itu dengan ide-ide cemerlangnya. (Yang saya tahu, pendapatan dia hanyalah ketika dia diundang menjadi pembicara dengan honor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Izulthea Petarung Sejati</strong><br />
Dalam sebuah seminar, seorang anak muda berbicara di atas panggung dengan percaya diri, enerjik, dan atraktif. Menggunakan stelan kemeja putih yang bagian lengan digulung seadanya dan berdasi kuning cerah, anak muda ini menaburi ruangan itu dengan ide-ide cemerlangnya. (Yang saya tahu, pendapatan dia hanyalah ketika dia diundang menjadi pembicara dengan honor yang sudah dia tarifkan, bukan dari wirausaha!)</p>
<p>Satu kalimat andalan yang dia selalu katakan adalah: &#8220;Emang enak punya Gaji?&#8221;.<br />
<span id="more-444"></span><br />
Begini <em>brotha and sista</em>&#8230;<br />
Memang betul, wirausaha bisa membuat orang kaya (juga membuat orang miskin). Namun, terkadang sugesti yang dilemparkan si motivator terlalu bombastis dan &#8220;seolah tanpa cacat leluasa menyenggol pihak lain&#8221;.</p>
<p>Tak jarang, dalam suatu seminar kewirausahaan, si motivator dengan penuh percaya diri mengatakan, &#8220;halah..apa sih yang bisa diharap dari gaji sebagai karyawan?&#8221;, &#8220;ayo menjadi mandiri dengan wirausaha&#8221;, “Jangan Mau Seumur Hidup Menjadi Orang Gajian” malah ada yang memprovokasi untuk berhenti menjadi karyawan dan memulai usaha.</p>
<p>Si motivator lupa, kalaupun seseorang menjadi usahawan, tetap saja dia membutuhkan karyawan. Lalu bagaimana jika karyawannya ini berpikiran sama: berhenti menjadi karyawan, lalu memulai usaha sendiri? Haha&#8230; tentunya si usahawan #1 tadi tak bisa kecuali mengandalkan bekerja dengan diri sendiri (lha karyawannya pada cabut?!?!).</p>
<p>Padahal, sangat mungkin seorang karyawan itu menjadi kaya, sangat-sangat-mungkin. Bisa dari gajinya yang memang tinggi atau dari pendapatanya yang tak pernah henti.  Nanti saya ceritakan, sekarang anda turunkan ritme nafas anda, duduk relaks, dan mulai membaca tulisan ini..</p>
<p><strong>#Introducing: <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/digitalpreuneur-vs-entrepreuneur-konvensional/">Digitalpreuneur</a></strong><br />
Sebelumnya, anda harus memahami mana gaji mana pendapatan, Ngerti beda gaji dan pendapatan?  Terbayang? Oke saya teruskan. Mengenai dua istilah ini, saya hanya sampai pada tahap bertanya kepada anda, tidak akan menerangkannya. Sebuah kalimat yang seolah bertanya, padahal yang diinginkan bukanlah sebuah jawaban.</p>
<p>Nah, seorang karyawan bisa saja memiliki gaji tipe minimalis: UMK + tunjangan = yang angkanya kira-kira satu koma sekian. Itu gaji, upah, jerih keringat yang dibayar 26 hari kerja, dari jam 8 pagi  sampai jam 5 petang.</p>
<p>Tapi, seorang karyawan bisa memiliki pendapatan yang lebih dahsyat dari itu. Dia bisa mendapatkan pendapatan dalam bentuk dollar, tidak mengganggu jam kerja, dan jumlahnya berbanding lurus dengan keseriusannya. Yang hasil akhirnya, Pendapatan lebih besar dari gajinya sebagai karyawan rendahan di sebuah perusahaan.</p>
<p>Apa yang dibutuhkan untuk itu, bro?<br />
Saya kasih tau, anda cuma butuh komputer, lalu koneksi internet. Selesai. Dan jangan bertanya seperti apa koneksi yang dimaksud. Mau minjem tetangga, mau warnet, mau dari kantor terserah.<br />
Lalu, satu lagi, anda harus punya keinginan kuat, (karena itulah filosofi wirausaha).</p>
<p>Dari situ, yang anda lakukan selanjutnya adalah mendaftar ke blogger.com, dan mulailah menulis (ngeblog). Lakukan hal itu selama 6 bulan tanpa henti, dengan tulisan 5 artikel perhari. Jangan tanya saya darimana artikelnya, sebab itu akan membuat anda terkutuk (hehe&#8230;. just kidding..)</p>
<p>Enam bulan kemudian, barulah anda mendaftar ke paypal (penampung dollar) lalu cari lokasi pundi-pundi anda di google adsense, sponsoredreview, dan blogvertise, ask2link, etc. Sekali lagi jangan tanya saya caranya.</p>
<p>Nah, Terlihat dengan jelas, bahwa  kitapun-yang karyawan rendahan yang katanya sulit kaya- ternyata bisa juga mendatangkan pendapatan dengan cara yang sangat mudah dan tidak perlu modal banyak.  Anda tak perlu lapak-ruko-tempat usaha. Cukup meja kerja anda sekarang ini. Juga tak perlu menghabiskan tabungan anda yang tak seberapa itu &#8211; cukup lakukan apa yang bisa dilakukan sekarang juga. Dan tak perlu malu ketika anda gagal (beda sekali jika anda sesumbar ingin wirausaha lalu resign kemudian gagal ..).</p>
<p>Inilah yang saya maksud sebagai &#8220;Digitalpreuneur&#8221;, kontra Entrepreuneur Konvensional. Dimana wirausaha konvensional membutuhkan modal yang tak sedikit dengan resiko kegagalan yang tidak bisa dipandang remeh. Namun, untuk wirausaha_digital, anda tak perlu modal banyak. Bahkan jika anda bekerja di kantor yang ada akses internetnya, malah lebih mudah lagi: Modal anda Nol!.</p>
<p><em>Hebat bukan?</em><br />
Nah, berbekal tulisan alakadarnya ini, mulailah anda berbenah. Tak perlu anda kursus wirausaha yang isinya hanya ceramah tentang jalan hidup seseorang dari gagal menuju kesuksesan. Yang anda butuhkan untuk memulai wirausaha adalah ilmu tentang usaha itu sendiri dan ketekunan anda.</p>
<p>Sebentar kita kembali ke Entrepreunerur Konvensional</p>
<ol>
<li>Jika anda ingin usaha di bidang catering, minimal anda tahu <strong>cara memasak </strong>dan mengerti bumbu.</li>
<li>Jika anda ingin wirausaha Bakso, yang anda butuhkan adalah <strong>cara membuat </strong>bakso yang enak.</li>
<li>Jika anda ingin usaha sablon, yang anda harus pelajari adalah <strong>teknik sablon </strong>dan jiwa seni.</li>
<li>Jika anda ingin membuka servis handphone, maka yang anda butuhkan adalah <strong>mengerti troubleshooting masalah handphone</strong>-yang ilmunya bisa anda dapatkan dari kursus service handphone, dan bukan dari ceramah motivasi.</li>
</ol>
<p>Jadi, yang diperlukan hanyalah ilmu dan ketekunan. Selesai.</p>
<p>Gunakan akal sehat anda yang sangat brilian itu untuk menggali potensi &#8220;orang kaya&#8221; dalam diri anda. Jangan banyak bertanya, lakukan saja apa yang baru saja saya perkenalkan. Jika anda berhasil enam bulan ke depan, beritahu saya.</p>
<p>Sekali lagi, jika anda dari golongan du&#8217;afa, karyawan rendahan yang gajinya hanya cukup bayar kontrakan dan hutang warung, silakan anda lakukan <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/digitalpreuneur-vs-entrepreuneur-konvensional/">digitalpreuneur</a> ini. Good Luck!</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/digitalpreuneur-vs-entrepreuneur-konvensional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Tetaplah Bisnis</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/bisnis-tetaplah-bisnis/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/bisnis-tetaplah-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 04:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izulthea Petarung Sejati Empat tahun lalu, ketika saya masih berkecimpung di bidang kimia analitik, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.  Waktu itu status saya adalah karyawan rendahan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan, yang dalam kesehariannya tugas saya adalah menganalisa secara kimia raw material yang akan digunakan, juga memeriksa kesempurnaan produk jadi ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Izulthea Petarung Sejati</strong></p>
<p>Empat tahun lalu, ketika saya masih berkecimpung di bidang kimia analitik, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.  Waktu itu status saya adalah karyawan rendahan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan, yang dalam kesehariannya tugas saya adalah menganalisa secara kimia raw material yang akan digunakan, juga memeriksa kesempurnaan produk jadi ketika akan dilepas ke pasaran.</p>
<p>Pada posisi seperti itu, tanggung jawab saya sangat besar, yaitu memastikan bahwa raw material yang akan digunakan dalam proses produksi haruslah benar-benar sesuai kualitasnya. Jika tidak, maka produk jadi-nya akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.</p>
<p><span id="more-432"></span></p>
<p>Suatu waktu, datanglah 3 tangki penuh berisi minyak olein, yang disupplai dari perusahaan yang masih dalam satu grup. Tangki pertama saya periksa kadar FFA-nya, dengan tiga kali ulangan saya menemukan bahwa minyak olein yang diantar ini tidak layak untuk digunakan dalam produk kami, karena kandungan FFA-nya melebihi ambang batas yang diizinkan. Begitu juga tangki kedua dan ketiga.</p>
<p>Tiga truk-tangki ini putar haluan, katanya kembali ke pabriknya untuk mengambil produk pengganti. Kemudian datang lagi, lalu saya periksa lagi, dan ternyata hasilnya sama: Produk yang mereka bawa harus saya tolak.</p>
<p>Saya bersikeras menolak produk minyak olein yang mereka bawa, sebab menurut SOP, saya harus menolak jika kadar FFA tidak sesuai standar produk kami. Kendatipun&#8212;peduli amat&#8211;masih satu grup.</p>
<p>Saya sadar, bahwa saya saat itu berhadapan dengan kepentingan yang tidak bisa saya tolak. Tapi, saya juga harus melindungi kepentingan perusahaan saya, dengan adanya penolakan saya itu.</p>
<p>Lalu datanglah &#8220;Judgment Day&#8221; itu.</p>
<p>Saya dianggap analis kimia yang keras kepala, yang tak mau sekedar me-release-kan produk itu. Mereka, dari perusahaan yang masih satu grup itu, datang bertiga. Manajer, Supervisor, Juga Analisnya. Dimediasi oleh seorang Ilmuwan yang bekerja dikantor pusat grup kami.</p>
<p>Saya bersikeras, bahwa yang saya lakukan adalah benar dan sesuai standar, mulai dari cara analisa, penggunaan reagen, sampai perhitungan akhir. Dan ternyata eh ternyata, mereka melakukan analisa tidak dengan pelarut yang PA ( pelarut khusus lab), mereka menggunakan alkohol yang dijual per drum!!!</p>
<p>Dari situ saya tantang mereka untuk melakukan validasi metode, yang akhirnya dengan pernyataan diplomatis, mereka menolaknya.  Hehe&#8230; inilah Cara terbaik mereka untuk menutupi kekalahan, <img src='http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>***</p>
<p>Dari pengalaman berharga itu, saya tak pernah kapok untuk tetap melindungi kepentingan perusahaan yang membayar upah saya. Sekalipun saya berhadapan dengan kenyataan seperti ini: &#8221; Sudahlah bro, kita ini masih satu grup&#8221;</p>
<p>Bagi saya, business is business, dan kalimat &#8220;masih satu grup&#8221; <strong>saya artikan bukan dalam arti </strong>&#8220;suka-suka anda, lalu maklumi saja&#8221;.</p>
<p>Saya mengartikan &#8220;masih satu grup&#8221; adalah dengan memberikan kemudahan masuknya perusahan dari grup yang sama, tanpa melewati proses uji kelayakan dan kepatutan. Sedangkan urusan MoU, urusan hitam di atas putih <strong>tetap</strong> harus dilakukan.</p>
<p>Dengan demikian, setiap tindakan yang menyalahi kontrak akan mudah ditindaklanjuti secara jelas.</p>
<blockquote><p>Tulisan Pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi posmetro</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/bisnis-tetaplah-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website Koran Lokal: ePaper ataukah Portal</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/website-koran-lokal-epaper-ataukah-portal/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/website-koran-lokal-epaper-ataukah-portal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 12:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[FeedBack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izulthea Petarung Sejati ePaper adalah bentuk lain dari koran cetak yang didigitalkan, dengan maksud dikomersial-ulangkan atau hanya sekedar pelengkap sebuah publikasi berita.  Sedangkan portal adalah website yang berisi informasi tentang kejadian yang hadir sedini mungkin di layar pengunjung. Dua-duanya menggunakan format yang sama,yakni website. Tapi ada beberapa hal yang membedakan keduanya, sehingga perbedaan inilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Izulthea Petarung Sejati</strong></p>
<p><a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/website-koran-lokal-epaper-ataukah-portal/"><strong></strong>ePaper</a> adalah bentuk lain dari koran cetak yang didigitalkan, dengan maksud dikomersial-ulangkan atau hanya sekedar pelengkap sebuah publikasi berita.  Sedangkan portal adalah website yang berisi informasi tentang kejadian yang hadir sedini mungkin di layar pengunjung.</p>
<p>Dua-duanya menggunakan format yang sama,yakni website. Tapi ada beberapa hal yang membedakan keduanya, sehingga perbedaan inilah yang nantinya harus disadari oleh pemilik koran. Dalam arti, setelah tahu perbedaan mendasarnya, mulailah mengambil sebuah keputusan penting.<span id="more-420"></span></p>
<p><strong>Alexa dan Google PR, juga statistik web</strong></p>
<p><a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/website-koran-lokal-epaper-ataukah-portal/">Alexa dan Google PageRank</a>, sering digadang-gadang para praktisi web sebagai &#8220;telur emas&#8221;nya sebuah website. Tak jarang, untuk mengundang pengiklan, praktisi web selalu menyertakan data-data yang didapatkan dari alexa maupun Google PR. Efektifkah cara seperti ini? Eit, nanti dulu.</p>
<p>Untuk anda yang menjual links (sell/buy links), penulis review (paid review) dsb, mungkin benar adanya Alexa dan Google PR itu ibarat telur emas.  Alexa Rank anda akan berperan sebagai daya tawar yang jitu: semakin bagus nilainya, semakin tinggi nilai jualnya.</p>
<p><strong>Website Kami Portal-portalan</strong></p>
<p>Namun, bagaimana, jika web yang anda punyai itu sebenarnya bukan portal, dan hanya menampilkan apa yang terbit di koran anda hari ini, tak lebih dan tak kurang? Yah, mau jungkir balik juga kagak mempan. Saya jamin.</p>
<p>Dan  bagaimana supaya koran lokal anda menghasilkan uang?<br />
Ya gampang saja, ubah saja portal-portalan anda itu menjadi epaper <img src='http://www.blog.posmetrobatam.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , yang hanya menampilkan versi digital koran anda. Tak perlu jungkir balik berbusa menjelaskan betapa banyaknya pengunjung anda, sekian juta klik pengunjung, sekian alexa, blah-blah-blah.</p>
<p>Dengan merubah format <a href="http://www.posmetrobatam.com/">koran lokal</a> anda menjadi <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/website-koran-lokal-epaper-ataukah-portal/">ePaper</a>, maka anda sebenarnya sudah bisa membuktikan, bagaimana merubah satu  pengunjung  atau member menjadi sekian dollar atau sekian rupiah.</p>
<p>Jadi, hentikan saja angan-angan tentang alexa dan googlepagerank itu, lalu mulailah membuat sesuatu yang baru dan segar&#8230;.</p>
<p><strong>Wassalam</strong></p>
<p>Izulthea Petarung Sejati</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/website-koran-lokal-epaper-ataukah-portal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bu Judith</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/bu-judith/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/bu-judith/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 08:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tabloid DIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sultan Yohana Chief Editor Tabloid DIA Saya membayangkan Judith Eva Tidora yang perutnya membuncit tua harus mendorong motor suaminya, Sulistiono, di curamnya tanjakan Bukit Seiladi. Di tengah malam yang mencekam pula. Dengan sakit hebat yang melilit perut dan pinggangnya. Mengejar harapan: apakah RS Otorita Batam mau mengasihani mereka agar bisa operasi cesar, melahirkan bayi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Sultan Yohana</strong><br />
<em>Chief Editor Tabloid DIA</em></p>
<p>Saya membayangkan Judith Eva Tidora yang perutnya membuncit tua harus mendorong motor suaminya, Sulistiono, di curamnya tanjakan Bukit Seiladi. Di tengah malam yang mencekam pula. Dengan sakit hebat yang melilit perut dan pinggangnya. Mengejar harapan: apakah RS Otorita Batam mau mengasihani mereka agar bisa operasi cesar, melahirkan bayi di perutnya yang sudah saatnya keluar.<span id="more-142"></span></p>
<p>Mohon maaf Bu Judith, saya tak bisa membayangkan penderitaan Anda! Meski sudah berusaha keras untuk melakukannya.</p>
<p>Motor butut saya saja, yang ketika tidak mogok harus meraung-raung, bekerja keras melawan tingginya tanjakan Bukit Seiladi. Dan Anda, Bu Judith, tanpa sepeser uang di kantong celana, bersedia menerjang harapan demi buah hati di perut Anda yang memang berhak menghirup udara kehidupan. Pada akhirnya, ketika semua keringat dan ketakutan yang Anda pertaruhkan pada Sabtu malam itu terbuang sia-sia karena tertolak layanan rumahsakit, kami justru tertantang untuk menuliskannya di sini. Mengisahkan kepada Pembaca setia kami: bahwa selembar nyawa sekalipun rela dipertaruhkan demi si buah hati.</p>
<p>Bahagia Judith pada akhirnya datang dari tempat tak terduga: lewat tetangga kanan-kirinya. Setidak terduga ketika Ridwan Ranto Sipayung mengenal Maslan untuk kemudian mengakhiri hubungan mereka dalam sebuah pernikahan bahagia. Judith kini &#8211; mungkin &#8211; bahagia, Ridwan tentunya demikian. Begitu pula dengan 12 orang yang ikut berpesta “ayam hutan” yang mungkin merasa “bahagia” karena tidak berakhir tragis sebagaimana satu rekan mereka yang meninggal dunia, Jemangin.</p>
<p>Nyawa begitu berharga.</p>
<p>Namun penyelengara negeri ini begitu beruntung punya rakyat yang berbudaya nerimo! Rakyat yang masih sanggup mengucap, “&#8230;beruntung saya masih&#8230;” padahal mereka nyaris kena malapetaka. Di Amerika Serikat misalnya, seorang ibu sesengsara Judith, bisa menuntut dan menjatuhkan pemerintah. R.J Reynolds, seorang perokok berat yang paru-parunya dihajar kanker bahkan memenangkan tuntutan dari perusahaan rokok dan negara, karena menganggap pemerintahnya tidak “berjuang keras” mencegah kegemaran merokoknya. Bukankah Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali harus lari karena revolusi yang dipicu kesengsaraan Mohammad Bouazizi, seorang pedagang buah keliling di kota kecil Sidi Bouzid yang membakar diri karena saking sengsaranya.</p>
<p>Bu Judith, seandainya Anda warga Tunisia!</p>
<p><strong>Sultan Yohana</strong><br />
editor DIA</p>
<blockquote><p>Dapatkan Tabloid DIA, terbit setiap awal minggu, hanya 2000 Rupiah. Call 0778 464 777</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/bu-judith/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mr Loong</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/mr-loong/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/mr-loong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 03:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sultan Yohana Chief Editor Tabloid DIA Saya hanya berjarak dua meter dari kepala negara bergaji tertinggi di Dunia. Ketika itu, Minggu yang terik pekan kemarin, saya menemani anak semata wayang kami, Ken, memeriahkan 25 tahun perayaan ulangtahun komunitas di mana kami tinggal di Singapura. Ken dan rekan-rekan sekolahnya di playgroup, diminta panitia ulangtahun untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Sultan Yohana</strong><br />
<em>Chief Editor Tabloid DIA</em></p>
<p>Saya hanya berjarak dua meter dari kepala negara bergaji tertinggi di Dunia. Ketika itu, Minggu yang terik pekan kemarin, saya menemani anak semata wayang kami, Ken, memeriahkan 25 tahun perayaan ulangtahun komunitas di mana kami tinggal di Singapura.<span id="more-135"></span> Ken dan rekan-rekan sekolahnya di playgroup, diminta panitia ulangtahun untuk membantu memeriahkan acara: menghadiri perayaan. Jadilah Minggu pagi yang terik itu kami bertiga &#8211; termasuk istri saya &#8211; harus bangun pagi, menyiapkan segala keperluan, untuk kemudian berangkat ke Ang Mo Kio Community Center,  tempat di mana saya hanya berjarak dua meter dengan Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura yang punya gaji tertinggi di dunia itu.</p>
<p>Tepat seperti jadwal, pria yang tiap tahun rekeningnya bertambah sebesar US$2,856,930 itu (bandingkan dengan gaji Presiden Barack Obama yang “hanya” digaji US$400,000, atau pendapatan Presiden SBY sebesar US$ 124.171) datang. Tidak ada hiruk pikuk seperti misalnya pejabat kita yang datang. Mr Loong datang cuma dengan mobil Mercedes Benz E Class yang banyak berseliweran di jalan-jalan kota Batam. Plat nomornya pun biasa, tak ada angka khusus sebagaimana kegemaran pejabat-pejabat kita. Yang membuat saya heran, orang SEPENTING dia hanya dikawal sebuah mobil pribadi bersirine dan dua motor polisi lalu lintas yang menguntit di belakang.</p>
<p>Gusti Allah!!!</p>
<p>Di Indonesia, orang sekelas pak menteri saja bisa bikin macet jalan raya. Kalau misalnya SBY atau wakilnya datang ke Batam, pedagang-pedagang kakilima di sepanjang jalan dipaksa libur agar kota ini terkesan bagus. Konvoi pengamanan mereka, duh bisa bikin sakit kepala kita-kita semua.</p>
<p>Semula saya membayangkan begitu ketatnya pengamanan Lee Hsien Loong. Saya membayangkan orang paling penting di Singapura ini bakal dikawal sepasukan bersenjata lengkap. Tempat yang akan dikunjungi disterilkan dengan sepasukan penembak jitu di mana-mana. Banyak intel-intel berwajah sangar yang sudah disebar di seantero lokasi. Dan tiap orang yang datang, bakal dicek, masuk X-Ray atau disentuh detektor logam untuk pemeriksaan. Sebagaimana ketika saya pernah meliput kunjungan mantan Wapres Jusuf Kalla di Nongsa Poin Marina dulu. Atau pengamanan ring-ring berlapis macam SBY ketika mengunjungi Masjid Raya Batamcenter beberapa waktu lalu.<br />
Untuk orang sepenting Mr Loong, bayangan semula saya tentang pengamanannya itu mungkin tak terlalu mengada-ada. Mantan Presiden Amerika, George Walker Bush Junior, ketika datang ke Bali tiga bulan datang, lokasi sudah harus disterilkan pasukan khusus dan CIA. Tapi Minggu yang terik lalu, saya dan ribuan orangtua murid lainnya, bisa bebas berlenggang kangkung mendekati Mr Loong. Tanpa ada pemeriksaan apa-apa. Tanpa disuguhi wajah-wajah keras nan sangar para “anjing penjaga” pejabat.</p>
<p>Memang, di beberapa sudut saya perhatikan ada beberapa pria bertubuh kekar mengawasi keadaan. Beberapa yang lain membawa anjing pelacak, yang lainnya menenteng detektor logam. Tapi wajah-wajah mereka “didesain” dengan sangat ramah. Pakaian mereka nyante seumumnya tamu-tamu yang lain. Tak ada kesan sangar, apalagi berusaha menakut-nakuti.  Pas sekali dengan acara “keluarga” yang Minggu pagi itu digelar.</p>
<p>Anak-anak sekolah, termasuk si Ken, diatur sedemikian rupa membaris rapi di sepanjang trotoar tempat Mr Loong akan jalan. Di belakang anak-anak itu, kami &#8211; termasuk saya &#8211; mendampingi mereka. Mengucap “welcome” untuk sang perdana menteri. Beberapa orang beruntung disalaminya. Tapi tentu, tidak semuanya. Hingga kemudian, langkah Mr Loong berakhir di podium untuk kemudian berpidato rinci tentang pendidikan, tentang seni, dan tentang keindahan hidup harmoni.<br />
Untuk orang sepenting Mr Loong, saya benar-benar tak habis pikir kenapa ia bisa tampil sesederhana itu. Berkaus yang sama bahan, warna, motif, dengan para guru-guru yang diundang, saya tak mencium aroma wangi arogan ketika ia berjalan mendekati kami. Bahasa tubuh adalah bahasa paling jujur yang diperlihatkan seseorang. Dan dia, sungguh orang yang berbahasa tubuh sangat sederhana.</p>
<p>Acara berlum kelar ketika Ken “memaksa” kami untuk menuruti hobinya berkeliling kota naik bus kota. Seliweran bus-bus di jalan raya sebelah lapangan tempat acara digelar, membuat Ken “ngiler”, berteriak-teriak minta naik bus. Kami sekeluarga pun meninggalkan Mr Loong yang tengah asyik bercengkrama dengan para tamu undangan. Sembari berjalan pergi, saya berdoa dalam hati, “Tuhan, tolong turunkan adzab yang paling memalukan untuk pejabat-pejabat Indonesia yang gemar memalukan rakyatnya. Juga menipu dan mengkorupsi uang kami.”</p>
<blockquote><p>Dapatkan Tabloid DIA, terbit setiap awal minggu, hanya 2000 Rupiah. Call 0778 464 777</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/mr-loong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Aman Facebook: Cara Menghindari Pembajakan Akun Facebook</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/tips-aman-fb/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/tips-aman-fb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 03:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Izulthea Petarung Sejati Facebook bukan hanya menjadi gaya hidup, tapi sudah menjadi &#8220;kebutuhan&#8221;. Tak ada satupun brand dalam iklan apapun yang tidak menyediakan link facebooknya. Seolah menjadi  suatu keharusan, ada ikon Facebook di situ. Namun, jarang sekali orang menyadari, bahwa facebook bisa menjadi seperti senjata makan tuan: gara-gara pengamanan akunnya rendah, akun dibajak orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Izulthea Petarung Sejati</strong></p>
<p>Facebook bukan hanya menjadi gaya hidup, tapi sudah menjadi  &#8220;kebutuhan&#8221;. Tak ada satupun brand dalam iklan apapun yang tidak  menyediakan link facebooknya. Seolah menjadi  suatu keharusan, ada<a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/tips-aman-fb/"> ikon  Facebook </a>di situ.<span id="more-117"></span></p>
<p>Namun, jarang sekali orang menyadari, bahwa  facebook bisa menjadi seperti senjata makan tuan: gara-gara pengamanan  akunnya rendah, akun dibajak orang lain, lalu digunakan untuk hal-hal  yang bertentangan dengan hukum dan tata kesopanan.</p>
<p><strong>Prinsip dasar</strong></p>
<p>Untuk  masuk ke akun facebook, anda butuh email (sebagai user ID) dan  password. Jika lupa, anda bisa request password facebook yang nantinya  akan ada email konfirmasi dalam inbox email anda.</p>
<p>Nah, di sinilah letak krusialnya.</p>
<ol>
<li>Apa yang terjadi jika password email dan password akun facebook yang anda gunakan sama?</li>
<li>Apa yang terjadi jika email untuk login facebook anda dipajang diprofil anda?</li>
<li>apa yang terjadi jika anda memasukkan data pribadi anda secara utuh: tanggal lahir, kesukaan, email etc etc?</li>
<li>apa yang akan terjadi jika anda sering menyimpan pengingat password di firefox anda?</li>
<li>Apa yang terjadi jika kombinasi password anda sangat sederhana?</li>
</ol>
<p>Lima pertanyaan diatas akan terjawab dengan satu jawaban.</p>
<h2 style="text-align: center;">AKUN ANDA BISA DIBAJAK!!!</h2>
<p>Maka dari itu, cobalah anda sedikit mengubah settingan akun facebook anda seperti berikut ini:</p>
<ol>
<li>Gunakan  kombinasi password yang rumit menurut orang lain, juga menurut anda.  misalnya jika anda menekan *#06# pada handphone anda akan muncul angka  IMEI, gunakan saja angka IMEI ini, sebab tak ada yang menyamainya.</li>
<li>Jangan  menggunakan password yang jelas-jelas ada kaitannya dengan info akun  facebook anda, misalnya di info aku facebook anda ada nama anak dan  tangga lahir anda, lalu anda memkai password &#8220;nama anak + tanggal  lahir&#8221;. Jelas ini berbahaya.</li>
<li>Jika anda menggunakan komputer  berjamaah, misalnya dikantor harus lebih hati-hati. Jika ingin menyudahi  facebook, jangan lupa klik Sign Out / keluar.</li>
<li>Jika anda di  warnet, ketika anda mengetikkan password gunakan saja <a href="Facebook bukan hanya menjadi gaya hidup, tapi sudah menjadi &quot;kebutuhan&quot;. Tak ada satupun brand dalam iklan apapun yang tidak menyediakan link facebooknya. Seolah menjadi  suatu keharusan, ada ikon Facebook di situ.  Namun, jarang sekali orang menyadari, bahwa facebook bisa menjadi seperti senjata makan tuan: gara-gara pengamanan akunnya rendah, akun dibajak orang lain, lalu digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan tata kesopanan.  Prinsip dasar  Untuk masuk ke akun facebook, anda butuh email (sebagai user ID) dan password. Jika lupa, anda bisa request password facebook yang nantinya akan ada email konfirmasi dalam inbox email anda.  Nah, di sinilah letak krusialnya.     1. Apa yang terjadi jika password email dan password akun facebook yang anda gunakan sama?    2. Apa yang terjadi jika email untuk login facebook anda dipajang diprofil anda?    3. apa yang terjadi jika anda memasukkan data pribadi anda secara utuh: tanggal lahir, kesukaan, email etc etc?    4. apa yang akan terjadi jika anda sering menyimpan pengingat password di firefox anda?    5. Apa yang terjadi jika kombinasi password anda sangat sederhana?  Lima pertanyaan diatas akan terjawab dengan satu jawaban. AKUN ANDA BISA DIBAJAK!!!  Maka dari itu, cobalah anda sedikit mengubah settingan akun facebook anda seperti berikut ini:     1. Gunakan kombinasi password yang rumit menurut orang lain, juga menurut anda. misalnya jika anda menekan *#06# pada handphone anda akan muncul angka IMEI, gunakan saja angka IMEI ini, sebab tak ada yang menyamainya.    2. Jangan menggunakan password yang jelas-jelas ada kaitannya dengan info akun facebook anda, misalnya di info aku facebook anda ada nama anak dan tangga lahir anda, lalu anda memkai password &quot;nama anak + tanggal lahir&quot;. Jelas ini berbahaya.    3. Jika anda menggunakan komputer berjamaah, misalnya dikantor harus lebih hati-hati. Jika ingin menyudahi facebook, jangan lupa klik Sign Out / keluar.    4. Jika anda di warnet, ketika anda mengetikkan password gunakan saja keyboard virtual. letaknya Start &gt; Program &gt; accesories &gt;Accesibility &gt; On-Screen Keyboard, Keyboard ini akan menyelamatkan anda dari keylogger.    5. Jika semua sudah sesuai, sempurnakan pengaturannya seperti gambar berikut ini:">keyboard virtual</a>.  letaknya <strong>Start &gt; Program &gt; accesories &gt;Accesibility &gt;  On-Screen Keyboard</strong>, Keyboard ini akan menyelamatkan anda dari <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/tips-aman-fb/">keylogger</a>.</li>
<li>Jika semua sudah sesuai, sempurnakan pengaturannya seperti gambar berikut ini:</li>
</ol>
<p><img src="../wp-content/uploads/2011/03/1.akun-setting.png" alt="" /></p>
<p><img src="../wp-content/uploads/2011/03/2.custom.png" alt="" /><br />
<img src="../wp-content/uploads/2011/03/3.setting.png" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/tips-aman-fb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlian</title>
		<link>http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/</link>
		<comments>http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 02:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nyi Iteung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tabloid DIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.blog.posmetrobatam.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sultan Yohana Chief Editor Tabloid DIA SELALU saja, berlian yang paling berharga muncul dari tempat-tempat tak terduga yang bahkan kadang banyak dihindari manusia untuk ke sana. Berlian berkarat paling legenda, Culinan &#8211; 3.106 karat &#8211; ditemukan di Afrika S elatan, negeri yang selama ini dianggap “hitam” dan penuh darah. Berlian terbesar yang pernah diketemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Sultan Yohana</strong><br />
<em>Chief Editor Tabloid DIA</em></p>
<p>SELALU saja, <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/">berlian</a> yang paling berharga muncul dari tempat-tempat tak terduga yang bahkan kadang banyak dihindari manusia untuk ke sana. <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/">Berlian berkarat</a> paling legenda, <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/">Culinan &#8211; 3.106 karat</a> &#8211; ditemukan di Afrika S elatan, negeri yang selama ini dianggap “hitam” dan penuh darah. Berlian terbesar yang pernah diketemukan dalam sejarah manusia, <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/">Golden Jubilee Diamond</a>, juga dicungkil dari tanah Afrika Selatan. So, ketika sebuah sekolah dasar negeri yang kerap dianggap sekolah orang “kurang uang” menelurkan “berlian” secemerlang bocah <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/">Neila Kanza Adila</a>, apakah kemudian kita terus melibatkan diri dalam perdebatan:  <span style="text-decoration: underline;">yang mahal itu selalu berkualitas?<span id="more-106"></span></span></p>
<p>Pembaca mungkin bakal sedikit mengernyitkan dahi, ketika membeli DIA edisi kali ini yang berhias cover Me Hwa. Mungkin Pembaca bertanya, apa menariknya wanita berusa 65 tahun itu? Bukankah empat edisi sebelumnya DIA seolah ingin tampil “cantik” dengan model-model gadis berusia segar dengan kulit yang masih segar pula? Ya, tapi sejumlah masukan telah datang ke redaksi. Bukankah DIA yang “berjenis kelamin” wanita /keluarga tidak hanya mengakomodir wanita-wanita muda dan cantik. Tentu saja harus ada porsi setara bagi wanita-wanita yang betul-betul bisa menggugah hati, menginsipirasi, plus menyemangati hidup yang demikian sulit ini. Karena pertimbangan itulah <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/">Me Hwa </a>kami hadirkan sebagai cover. Jangan lewatkan pula kisah Dara Torres, perenang yang 43 tahun itu!</p>
<p>Kami juga perlu mewaspadai kisah tentang <a href="http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/">Suryatati A Manan</a> yang Walikota Tanjungpinang itu. Sejauh ini, Bu Tatik kerap muncul dengan statusnya yang orang nomor satu di Kota Gurindam.</p>
<p>Di DIA edisi kali ini, bersempena dengan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, DIA ingin menghadirkan Bu Wali yang wanita. Bu Wali yang ibu rumahtangga. Bu Wali yang ternyata jago meracik asam pedas. Bu Wali yang tetap bisa tampil cantik dan langsing meski di usia 58 tahun. Bu Wali yang juga sama inspiratifnya dengan sosok bocah Neil Kanza Adila, Me Hwa, atau Dara Torres.<br />
<strong><br />
Perempuan, Selamat Hari Perempuan!</strong><br />
sultan yohana<br />
Editor DIA</p>
<p><em><strong>Indeks</strong></em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><em>Kisah Janda dengan Anak Pengidap Thalasemia</em></span><br />
Sang anak hidup bergantung kantung darah. Sang ibu tak kuat menahan beban hidup ingin mengakhiri semuanya dengan  cara bunuh diri, mendadak seekor kucing menggagalkan upaya bunuh dirinya.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><em>Liem Me Hwa, Satu-satunya Ahli Slimming Maixian di Indonesia</em></span><br />
Berkah dari  Liem Me Hwa Cedera Parah</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline;">Si Bungsu Bonus dari Tuhan</span></em><br />
Neila Kanza Adila, Siswi Batam yang Juara I Kompetisi Nasional Matematika. Sebelumnya masuk ke sekolah elit  namun tak betah, lalu dua minggu kemudian ia pindah ke sekolah biasa.  Selama dua minggu di sekolah elit itu,  sang ibu melepas Rp30 Juta!</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><em>Lebih Dekat dengan Dra. Hj. Suryatati A Manan</em></span><br />
Warna Ungu, dan Resep Spesial Asam Pedas</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline;">Wanita-wanita di Sekitar Khadafi</span></em><br />
Perawat Pirang yang Jadi Kesayangan<br />
Kisah Si Penjaga Amazon</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><em>Pabrik Batu Bata Batu 9 Tobong</em></span><br />
Bata Terbaik Sejak 20 Tahun</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><em>Keperkasaan Perenang 43 Tahun, Dara Torres</em></span><br />
Usia, Hanyalah Sebuah Angka</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.blog.posmetrobatam.com/berlian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

