Disclaimer

Semua Tulisan yang ada dalam blog ini adaah tulisan original, Anda boleh membaca dan menyalinnya dengan satu syarat: tidak merubah konten, url sumber dan kredit titlenya.

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.


Google PageRank for blog posmetro batam

Ilmu Padi Ilmu Hati

Maaf sedikit berfilsafat, kendati tak pernah mengenyam pendidikan formal sebagai calon filsuf.
Dan aku menemukan, bahwa filsafat tak sekedar logika yang tertata rapi, atau sekedar retorika-dialektika-silogisma, ataupun tesis antitesis.

Dan ketika menulis tentang ‘karya akal’, pastinya bisa ditebak, kemana arah tulisan ini selanjutnya…
Yah, benar. Bahwa akal itu adalah wajah lain dari hati. Dan logika itu adalah ketika perasaan ‘berpikir’.
Dan mungkin saja apa yang ditulis ini sangat berlawanan dengan pemahaman awam (umum), dan pastinya akan mendapat perlawanan sengit dari peminat filsafat (mereka yang kusebut konvensional-ortodoks).

Dan aku menganggap diriku seolah penemu-penemu karya intelektual (sains-filsafat-kedokteran-politik-dan isme) yang pada awalnya akan mendapatkan penolakan, baik frontal maupun halus dari ‘kaum yang mapan secara intelektual’. Tapi jangan khawatir, ini hanyalah anggapan sepihak.

Di sini, aku selalu menghindari keadaan diriku, dimana aku akan selalu menjadi ‘korban konsepsi’ orang lain (hobi ngutip omongan, ide, pendapat, atau definisi suatu istilah, atau malah sekedar nama).

Orang boleh berpikir dan berwacana, begitu juga aku bebas berpikir. Tak wajib kukutip definisi sesuatu berdasarkan lontaran pemikir terdahulu. Aku seolah berkewajiban menemukan sesuatu yang baru, atau mirip-mirip hal baru.

#Amma ba’du#

Seperti pernah kutulis dalam catatan sebelumnya, bahwa karya akal adalah persembahan hati yang paling indah.

Lalu aku melihat, betapa bahagianya menjadi AIR. Suatu perjodohan alamiah yang terindah sepanjang masa.

Air yang tenang menentramkan, muncul dari tanah, atau malah dari batu yang terbelah. Penampilannya yang tenang dan sejuk, bukan bearti dia makhluk yang lemah.

Tapi, pernahkah disadari, bahwa air yang menuntaskan hausmu itu, merupakan hasil perkawinan dua unsur yang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat?

Hidrogen, memiliki kemampuan setara nuklir, juga bertekanan sangat tinggi. Sedangkan oksigen mampu membakar apa saja, dan dia adalah ‘nyawa’nya sang api.

Lalu, apa yang membuat mereka bisa bersatu seperti itu? Hmmm.. kubilang mereka memiliki ikatan yang sangat kuat, ‘ikatan cinta’ bernama ikatan kovalen.

Ketika ikatan ini jika ingin kalian putuskan, maka kalian butuh energi yang sangat besar, ataupun tegangan listrik sekian megavolt.
Suatu ‘ikatan cinta’ yang sangat masuk akal – logis.

Lalu, siapa pemilik ide menciptakan air? Dialah sang misterius the undefined, ‘Dia-Yang-Kalian-Tahu-Siapa-Dia’.
[kadang aku heran, mengapa dalam kitab qur'an dan hadis Dia-Yang-Kalian-Tahu-Siapa-Dia ini kadang disebut 'Dzat'. Kadang sang nabi bersumpah dengan kalimat ini: "Dan demi dzat yang jiwaku ada di dalam genggamannya, dst'' ...ah, sudahlah.]

Kuteruskan.
Ilmu pengetahuan-sains-ilmupasti-ilmu alam adalah turunan kedua generasi lanjutan filsafat. Dan ilmu kimia unsur adalah bagian dari turunan ilmu kimia.
Tetapi, logika keilmuan yang dibangun oleh ilmu-ilmu ini tak serta merta bertujuan mengasah akal saja, tapi juga membuka matahati mengasah batin (jika ada).

Hati boleh berupa rasa, juga boleh perasaan, boleh juga keimanan, atau malah sebuah kebijaksanaan tanpa rasa dan iman.

Dan seharusnya,
Makin berfilsafat makin berhati.
Makin berilmu makin tunduk di bawah kebesaran ilahi.
Makin menelisik jauh kedalam ilmu, makin menemukan siapa kita sebenarnya.

Maka dari itu, orang berilmu akan mendapatkan kesejajaran derajat yang sangat tinggi- setara dengan orang beriman. Tuhan angkat derajatnya..

Ila hadrotil mustofa wa bil barokati alfaaaatihah…

# kutulis catatan ini dengan cinta, selama aku masih hidup,

Note Facebook Izulthea Petarung Sejati on Wednesday, January 26, 2011 at 9:10pm